Home / Advertorial / Bontang

Minggu, 6 Oktober 2024 - 13:19 WIB

Hambatan Pembebasan Lahan Sulitkan Pembangunan Posyandu, Anggota Dewan Desak Warga Tak Spekulatif

 

Bentangkaltim.com, Bontang – Pembangunan fasilitas umum seperti Pusat Layanan Terpadu (Posyandu) di beberapa wilayah Bontang terhambat oleh masalah lahan. Dalam rapat koordinasi di Kecamatan Bontang selatan, terungkap bahwa salah satu kendala utama adalah sulitnya pembebasan lahan yang belum selesai.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Heri Keswanto menanggapi hal ini dengan menegaskan bahwa masalah tersebut harus segera diatasi oleh pemerintah kota, terutama di tingkat kelurahan.

“Ketika pemerintah ingin membeli lahan untuk kepentingan publik, harga tanah seringkali melonjak drastis. Namun, jika lahan tidak sedang dibutuhkan, harganya jauh lebih murah,” ujar Heri saat diwawancarai baru-baru ini.

Baca juga  Disperkim Kutim Prioritaskan Jalan, Drainase, dan Rumah Layak Huni, Progres Capai 46 Persen

Menurutnya, harga tanah yang tidak stabil ini seringkali menjadi kendala yang sulit dihadapi. Ketika pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan, harga tanah bisa tiba-tiba melonjak karena spekulasi warga.

“Kami perlu memberikan pemahaman kepada warga agar tidak spekulatif. Jika lahan dijual untuk keperluan publik seperti Posyandu, sebaiknya tidak terlalu mempersulit prosesnya,” tambahnya.

Heri menjelaskan bahwa anggaran untuk pembebasan lahan sudah sering kali dialokasikan sejak perencanaan. Namun, begitu di lapangan, harga tanah tiba-tiba melonjak, sehingga anggaran tidak mencukupi.

Baca juga  Dispora Kaltim Rancang Program Pembinaan Yang Berkelanjutan Sebagai Upaya Lahirkan Atlet Yang Berkarakter Unggul dan Berprestasi

“Ini baru masalah lahan, belum lagi persoalan perizinan dan berbagai birokrasi lainnya,” ujarnya.

Ia berharap agar masalah lahan ini tidak menjadi hambatan dalam setiap pembangunan di Bontang, tidak hanya untuk pembangunan Posyandu, tetapi juga untuk fasilitas umum lainnya. Agus juga menyoroti kasus serupa terkait lahan untuk pembangunan Kantor Kelurahan Berbas Pantai yang juga menghadapi kendala serupa.

“Saya berharap masyarakat dapat lebih mendukung pembangunan di Pemerintah, terutama dengan tidak mempersulit pembebasan lahan di berbagai wilayah,” tutup Heri.(tri/adv)

Share :

Baca Juga

Bontang

Kusnadi Resmi Gantikan Suriadi Said Pimpin PWI Bontang

Bontang

HPN 2026, PWI Bontang Ingatkan Ancaman Hilangnya Kepercayaan Publik pada Pers

Advertorial

Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim

Bontang

Catat Sejarah, Kelurahan Satimpo Juara 1 Tingkat Nasional Dalam Ajang Lomdeskel

Bontang

Neni Moerniaeni Lantik 6 Pejabat, Fokus Tekankan Kinerja, Integritas, dan Ketahanan Fiskal dan Peningkatan Layanan Publik

Bontang

Neni Moernaeni Tegas: Pejabat OPD dengan Kinerja Buruk Siap-Siap Tukin Dipotong

Bontang

ONE STEP yang Mengubah Segalanya: Kisah Perjuangan MBPKT di Thailand

Bontang

Saat STITEK Bontang Mulai Menyusun Jalan Menuju Universitas