Home / Advertorial / Kaltim

Sabtu, 29 November 2025 - 20:52 WIB

Kutim Jaga Stabilitas: Gaji ASN Jadi Komitmen yang Tidak Bisa Ditawar

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Prediksi penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026 membuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus melakukan penyesuaian besar pada struktur belanja.

Namun di tengah tekanan itu, satu hal dipastikan tidak berubah: gaji pokok ASN akan tetap terjamin.

Konfirmasi tersebut disampaikan Plt Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor, yang menyatakan bahwa pembayaran gaji menjadi prioritas mutlak pemerintah.

“Gaji pegawai adalah kewajiban yang tidak boleh terganggu, meski kondisi fiskal sedang ketat,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Meski gaji pokok dianggap sebagai pos yang tidak bisa disentuh, berbeda halnya dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Baca juga  Membentuk Jiwa Bisnis Pada Atlet Melalui Program Pelatihan Kewirausahaan

Pemerintah mulai menimbang kemungkinan penyesuaian besaran TPP agar struktur APBD tetap berada dalam batas aman.

Kebijakan ini dilakukan melihat beban belanja pegawai yang terus tumbuh dan berpotensi menekan ruang fiskal lainnya.

Rencana penyesuaian tersebut akan dibahas dalam rapat teknis antara tim anggaran dan sejumlah perangkat daerah.

Pertemuan itu akan merumuskan pola yang paling memungkinkan tetap memberikan insentif bagi ASN tanpa membahayangkan stabilitas APBD.

Di sisi lain, Pemkab meminta aparatur memahami bahwa tahun anggaran mendatang akan berjalan dengan pendekatan yang lebih disiplin.

Baca juga  Tahapan Baru Relokasi SMPN 7, Kadisdikbud Target 2026 Rampung

Belanja pemerintah harus difokuskan pada kebutuhan paling mendesak, sementara sektor pelayanan publik tetap dituntut berfungsi optimal.

Noviari menekankan agar seluruh aparatur tidak perlu khawatir pada isu-isu yang berkembang, terutama terkait pengurangan hak dasar.

“Penataan anggaran dilakukan untuk menjaga keseimbangan, bukan untuk mengurangi hak ASN,” tutupnya.

Dengan strategi itu, Pemkab Kutim berharap bisa menghadapi tekanan fiskal tahun 2026 tanpa mengorbankan kepastian penghasilan pegawai sekaligus menjaga kesehatan APBD.(ADV)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Isu Nepotisme hingga Lingkungan, Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan di Kaltim

Kaltim

Mal Lembuswana di Ujung Masa HGB, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Kaltim

Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Kaltim

Isu Ambulans Rp9 Miliar di Kutim, Ini Fakta Sebenarnya

Kaltim

PAD Kaltim Terancam Tak Capai Target, Sejumlah Faktor Jadi Pemicu

Kaltim

Kukar Matangkan Persiapan MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Lomba Disiapkan

Advertorial

Berbagi Berkah Ramadhan 2026, Citimall Bontang Ajak 50 Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall

Advertorial

Tingkatkan Kepedulian Sosial, Safari Ramadan MTMY Baiturrahman Salurkan Rp799 Juta