Home / Advertorial / Kaltim

Minggu, 23 November 2025 - 22:42 WIB

Kutim Perkuat Layanan Cap Jempol untuk Percepat Penuntasan Anak Putus Sekolah

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat layanan Cap Jempol atau Cara Pelayanan Jemput Bola Warga Belajar Program Pendidikan Nonformal sebagai langkah strategis mempercepat penuntasan anak putus sekolah.

Program ini dianggap menjadi instrumen efektif untuk menjangkau anak-anak yang terlepas dari layanan pendidikan formal maupun nonformal.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa Cap Jempol tidak boleh berjalan setengah hati dan harus dilaksanakan secara komprehensif di seluruh kecamatan.

“Cap Jempol hadir untuk memastikan tidak ada anak yang luput dari pendidikan. Kita ingin program ini bergerak aktif, bukan hanya konsep di atas kertas,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).

Baca juga  SMPN 1 Bontang Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Lomba

Pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam menangani kasus-kasus anak putus sekolah yang sering tersebar di wilayah pelosok atau permukiman tanpa sistem administrasi yang baik.

Keberhasilan program ditentukan oleh pendataan yang akurat dan respons cepat petugas lapangan.

Dinas Pendidikan Kutim menjelaskan bahwa layanan Cap Jempol memberikan kesempatan bagi anak yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal secara terstruktur.

Program ini menyediakan bimbingan belajar, asesmen kemampuan, hingga penempatan ke program kesetaraan.

Seluruh layanan Cap Jempol dipastikan gratis, sehingga hambatan ekonomi tidak menjadi alasan lagi bagi keluarga untuk tidak mengizinkan anak melanjutkan pendidikan.

Baca juga  Komitmen Presiden Prabowo dalam Melanjutkan Pembangunan IKN

“Pemerintah desa, ketua RT, dan berbagai lembaga masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas Cap Jempol,” ungkapnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, petugas berhasil mengidentifikasi sejumlah anak putus sekolah di wilayah terpencil dan kawasan transmigrasi.

Mereka telah diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan dengan pendampingan intensif.

Pemerintah daerah optimistis angka putus sekolah di Kutim dapat ditekan secara signifikan melalui penguatan layanan Cap Jempol.

“Kita tidak ingin ada satu pun anak yang tertinggal. Pendidikan adalah hak dasar yang harus dipenuhi negara,”pungkasnya.(ADV)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Isu Nepotisme hingga Lingkungan, Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan di Kaltim

Kaltim

Mal Lembuswana di Ujung Masa HGB, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Kaltim

Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Kaltim

Isu Ambulans Rp9 Miliar di Kutim, Ini Fakta Sebenarnya

Kaltim

PAD Kaltim Terancam Tak Capai Target, Sejumlah Faktor Jadi Pemicu

Kaltim

Kukar Matangkan Persiapan MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Lomba Disiapkan

Advertorial

Berbagi Berkah Ramadhan 2026, Citimall Bontang Ajak 50 Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall

Advertorial

Tingkatkan Kepedulian Sosial, Safari Ramadan MTMY Baiturrahman Salurkan Rp799 Juta