Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:19 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pemkot Terus Siapsiaga Soal Potensi Karhutla dan Kekeringan yang Berkelanjutan

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim

Bentangkaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menyebutkan pemerintah tetap perlu mempertahankan kesiapsiagaan meski status tanggap darurat telah memasuki masa akhir setelah diperpanjang terakhir kali pada 22 September 2026.

Menurutnya, berakhirnya masa status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda tidak berarti kewaspadaan pemerintah terhadap potensi bencana ikut dihentikan.

Karena bagi Rohim, penetapan maupun pencabutan status tanggap darurat memiliki sejumlah indikator yang harus dipenuhi. Ketika komponen tersebut sudah tidak terpenuhi, status dapat dihentikan.

Namun, kondisi di lapangan tetap perlu menjadi perhatian karena sejumlah pemicu bencana masih ada.

Baca juga  Tragedi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, Pasien Lansia Ditemukan Tewas Gantung Diri

“kewaspadaan tetap dijaga, karena pemicu dari kejadian ini masih ada, terkait dengan kebakaran dan kekeringan ini masih diperkirakan terus berlanjut,” sebut Rohim.

Sebab itu, Rohim mendorong pemerintah bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelumnya telah membahas langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi tersebut.

Pemerintah diminta tetap menyiapkan kemampuan dan sumber daya yang diperlukan apabila kondisi kembali memburuk.

Selain itu kesiapsiagaan kebutuhan mobil tangki untuk membantu distribusi air bersih.

Rohim juga meminta kebutuhan infrastruktur yang masih diperlukan dalam kondisi tersebut dapat tetap diakomodasi melalui perubahan anggaran daerah jika memungkinkan.

Baca juga  Disdikbud Bontang Tegaskan Jika Terbukti Ada Iuran Wajib, Kepala Sekolah Bisa Dicopot

“Kondisi karhutla dan kualitas udara di Samarinda masih dinamis, ditambah dengan persoalan kekeringan belum sepenuhnya teratasi,” ujarnya.

Salah satu indikatornya, kata Rohim masih terlihat dari kondisi Bendungan Benanga Lempake yang debit airnya masih mengalami penurunan cukup signifikan.

“Permasalahan yang sudah agak turun ini kan soal kebakaran, kemudian kualitas udara, tapi di aspek kekeringan kita belum,” katanya.

Kendati demikian Politisi PKS ini meminta pemerintah tetap menjalankan langkah mitigasi dan memastikan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pasokan air bersih, tetap dapat ditangani meski status tanggap darurat nantinya tidak kembali diperpanjang. (ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Dorong Realisasi Bus Umum di Kota Tepian

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana