Home / Bontang

Rabu, 10 September 2025 - 14:10 WIB

Pemangkasan Dana Transfer, Ancaman Serius bagi Kemandirian Fiskal Daerah

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Istimewa)

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Istimewa)

Bentangkaltim, Bontang – Rumusan dana bagi hasil sebenarnya sudah sangat jelas tertulis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Namun, kenyataannya dana tersebut malah mengalami penurunan drastis.

Neni, salah satu tokoh pemerintahan, menyuarakan keprihatinannya. Ia menegaskan, “Tujuan UU HKPD kan untuk memperkuat fiskal daerah. Tapi kalau dana terus berkurang seperti ini, daerah yang tergantung pada dana transfer pasti akan kesulitan.”

Tak tinggal diam, Neni tengah menggalang dukungan dari berbagai daerah lain untuk menolak kebijakan pemerintah pusat yang dianggap merugikan ini. Suaranya disampaikan melalui forum resmi Pengurus Pusat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), sebagai bentuk perlawanan terhadap pemangkasan anggaran yang dinilai tidak bijak.

Baca juga  Masuki Babak Baru, Istri Tersangka Investasi Bodong Ap Deris Telah Diamankan Polres Bontang

Pemangkasan dana dalam jumlah besar ini sangat berdampak karena daerah sulit untuk meningkatkan kemandirian fiskal. Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) biasanya bisa terjadi ketika ada kenaikan pajak, namun Kota Bontang memilih untuk tidak menambah beban pajak di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang melemah.

Baca juga  5 Rekomendasi Tempat Wisata yang Cocok Untuk Anak Senja Bontang, No 4 Gak Banyak Orang Tau

“Kami tidak ingin membuat warga sengsara. Oleh karena itu, kami akan terus suarakan penolakan terhadap pemangkasan anggaran ini,” tegas Neni.

Sebelumnya, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Bontang mengestimasi pengurangan dana transfer bisa mencapai Rp500 miliar. Angka besar ini tentu bakal sangat berpengaruh pada rencana pembangunan Pemkot Bontang di tahun 2026, yang diperkirakan membuat APBD hanya tersisa sekitar Rp2,8 triliun. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kota dalam mewujudkan program-programnya di masa depan. (bai)

Share :

Baca Juga

Bontang

Sinergi dan Profesionalisme, PWI Bontang Matangkan Program Kerja di Vila Kooala Bontang

Bontang

Dispopar Bontang Respons Klaim Lahan Mangrove Edu Park, Dialog Jadi Langkah Awal

Bontang

Pererat Silaturahmi, PWI Bontang Audiensi dengan Kapolres

Bontang

Dari Tabang dan Bontang ke Istana Negara, Dua Pelajar Kaltim Lolos Paskibraka Nasional 2026

Advertorial

Dalam P2APBD 2025, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang Soroti Pajak Daerah, Sampah hingga Tata Ruang

Advertorial

P2APBD 2025 Dibahas, Fraksi PKS-NasDem Minta Pemkot Bontang Perkuat PAD dan Optimalkan Anggaran

Advertorial

Fraksi Gerindra Soroti SiLPA dan Kinerja BUMD dalam Pembahasan P2APBD Bontang 2025

Advertorial

Soroti Serapan Belanja dan Pendapatan Daerah, Fraksi PKB Beri Catatan Kritis untuk P2APBD Bontang 2025