Home / Bontang

Selasa, 24 Juni 2025 - 20:18 WIB

DPRD Bontang “Geram”, Dana Hibah Olahraga Terancam Gagal Cair

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam

Bentangkaltim, Bontang – Ada aroma kekecewaan yang kental di Gedung DPRD Kota Bontang. Para wakil rakyat tak bisa menahan rasa geram mereka terhadap Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) yang dinilai abai dalam menjalankan prosedur pencairan dana hibah untuk organisasi olahraga di Kota Taman. Kelalaian ini bahkan bisa berujung pada batalnya pencairan dana pembinaan untuk KONI, KORMI, NPC, hingga Bapopsi pada tahun anggaran 2025.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, tak segan-segan melontarkan kritik tajam dalam Rapat Paripurna yang digelar Senin malam (23/6/2025). Ia menyoroti Dispopar yang dipimpin Rafidah, karena gagal menjalankan tahapan administratif penting, terutama dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) tim verifikasi—sebuah langkah krusial yang seharusnya sudah dilakukan sejak tahun lalu.

“Prosedur ini sangat penting, tapi malah diabaikan. Padahal, DPRD sudah mengesahkan anggaran hibah dari 2024. Kalau sampai gagal cair, jangan salahkan dewan!” tegas Andi Faiz, dengan nada kecewa.

Baca juga  Terkait Sekolah Swasta Gratis, Ini Rancangan Disdikbud Bontang

Ia menegaskan, DPRD sudah menjalankan tugasnya dalam penganggaran dan selalu mendukung kemajuan olahraga di Kota Taman. Kini, bola panas ada di tangan eksekutif, khususnya Dispopar, yang dinilai kurang cermat dalam menjalankan amanat peraturan.

Andi Faiz juga mengingatkan, jika dana hibah gagal disalurkan, para atlet yang selama ini berjuang mengharumkan nama Bontang di berbagai kejuaraan akan menjadi korban utama.

“Jangan sampai Bontang tercatat sebagai daerah yang absen mengirim atlet ke ajang seperti Porprov hanya gara-gara masalah administrasi. Ini bisa jadi catatan kelam dalam sejarah olahraga kita,” ujarnya.

Agar tak terjadi salah paham di masyarakat, Andi Faiz menegaskan bahwa DPRD tidak pernah menolak anggaran hibah. Justru, anggaran tersebut sudah disetujui secara resmi dalam sidang anggaran tahun lalu.

Baca juga  Abdu Safa Muha Tegaskan Komunikasi adalah Kunci Keberhasilan Program MBG

Di sisi lain, DPRD mendesak Pemerintah Kota Bontang untuk segera mengambil langkah hukum demi menyelamatkan dana hibah. Termasuk, meminta pendapat hukum (legal opinion) dari aparat penegak hukum agar solusi yang diambil benar-benar sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

“Kami mendukung penuh penyelamatan dana hibah demi masa depan atlet dan nama baik Kota Bontang. Tapi, pejabat yang lalai harus diberi sanksi tegas,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Dengan mencuatnya persoalan ini, DPRD Bontang berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Penguatan koordinasi dan ketelitian administrasi di lingkungan OPD menjadi harga mati demi menjaga kepercayaan publik serta keberlanjutan program pembinaan olahraga di Kota Taman. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Bontang

Ribuan Balita Ditimbang Serentak, Ini Langkah Besar Bontang Lawan Stunting

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Bontang

30 WBP Diberikan Rehabilitasi Massal Terapi SEFT

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Cermati Status Lahan Wana Tirta, Jangan Sampai RTRW Timbulkan Masalah Baru